KALIMANTAN BARAT I RAKYATBERSUARA – Di tengah derasnya arus modernisasi, Komunitas Dayak Iban Sadap Ketemenggungan Iban Batang Kanyau di Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali meneguhkan komitmennya menjaga tradisi leluhur. 

Dengan wilayah adat seluas 5.785,45 hektare, masyarakat Sadap Kalimantan Barat, dikenal luas sebagai penjaga tradisi menenun yang diwariskan turun-temurun oleh para perempuan adat.  

Festival Tenun Iban Sadap 2025 menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat adat Rumah Panjang Sadap tidak hanya merawat warisan budaya, tetapi juga mengelola wilayah adat secara mandiri dan berkelanjutan.

Festival ini lahir dari inisiatif komunitas sendiri, sebagai wujud perlawanan terhadap hilangnya identitas budaya akibat modernisasi sekaligus sebagai ruang ekspresi kreatif generasi muda.  

Dalam festival, pengunjung disuguhkan keindahan kain tenun Iban yang sarat makna filosofis, setiap motif bercerita tentang alam, kehidupan, dan spiritualitas masyarakat Dayak Iban. 

Lebih dari sekadar karya seni, kain tenun menjadi simbol keteguhan menjaga jati diri di tengah perubahan zaman.  Vanantara Communications, sebagai mitra komunikasi, menegaskan pentingnya dukungan media dalam menggaungkan pesan festival ini.

 “Kami berharap rekan-rekan media turut serta mendukung upaya mempertahankan, mengelola, dan mengembangkan wilayah adat secara mandiri dan berkelanjutan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan, Selasa (6/1/2026).  

Festival Tenun Iban Sadap 2025 bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sebuah gerakan kolektif untuk menenun masa depan yang berakar pada tradisi, berdaulat atas wilayah adat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.