YOGYAKARTA I RAKYATBERSUARA– Perkebunan kelapa sawit tidak akan pernah mampu menggantikan peran hutan alami sebagai penyangga ekosistem.
Hal ini ditegaskan oleh Dr. Lis Noer Aini, dosen Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang menekankan bahwa hutan alami memiliki fungsi ekologis jauh lebih kompleks dibandingkan perkebunan monokultur seperti sawit.
"Hutan alami memiliki struktur vegetasi berlapis mulai dari pohon besar, semak, hingga tumbuhan bawah yang membentuk ekosistem multistrata," ucap Lis, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, Smsistem ini berperan penting dalam menjaga siklus hidrologi dan ketersediaan air. Mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor, serta menyerap karbon lebih tinggi sehingga membantu mitigasi perubahan iklim.
Sebaliknya, perkebunan sawit hanya berorientasi pada fungsi ekonomi. Meski memberikan nilai komersial besar, sawit tidak bisa disamakan dengan hutan alami yang menjadi benteng utama ekosistem.
“Sawit tetaplah tanaman perkebunan, bukan pohon hutan. Menyamakan keduanya adalah kekeliruan mendasar,” tegas Lis. ***
