NTT I RAKYATBERSUARA — Rasa haru dan lega menyelimuti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, ketika enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera akhirnya kembali ke tanah air setelah terombang-ambing di perairan Timor Leste, Rabu (7/1/2026).
Pemulangan ini difasilitasi oleh Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang, yang secara resmi menerima para ABK dari KBRI Dili. Serah terima dilakukan dengan penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., disaksikan oleh Kepala PLBN Motaain, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, unsur Imigrasi, serta instansi terkait lainnya.
Minister Counsellor KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhino, menjelaskan bahwa pada 3 Januari 2026 pihaknya menerima laporan dari Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) mengenai enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap.
“Para ABK mengalami kerusakan mesin kapal saat melaut, sehingga terombang-ambing selama beberapa hari dengan logistik terbatas. Mereka akhirnya memberi sinyal darurat di anjungan migas Bayu Undan dan berhasil dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos,” terang Nugroho.
Sayangnya, kapal nelayan yang sempat ditarik tenggelam akibat cuaca buruk. Keenam ABK kemudian dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI, dengan seluruh kebutuhan dasar, kesehatan, dan administrasi pemulangan difasilitasi penuh oleh pihak kedutaan.
Sementara Mayor Bakamla Yeanry M. Olang menuturkan bahwa laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera telah diterima sejak 29 Desember 2025. Sejak itu, koordinasi intensif dilakukan bersama Kantor SAR Kupang, pihak keluarga, dan instansi terkait.
9 Orang Tewas dalam Banjir Bandang Sitaro, BNPB: Prioritas Utama Adalah Menyelamatkan Nyawa
“Puji syukur, keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan,” ujarnya penuh rasa syukur.
Bakamla RI juga mengimbau para nelayan agar selalu memastikan kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, serta alat navigasi dan komunikasi sebelum melaut, guna meminimalisasi risiko dan mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.
"Usai serah terima di PLBN Motaain, keenam ABK dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. Proses berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan," tukasnya.
