KUNINGAN I RAKYATBERSUARA– Suasana inspeksi mendadak (Sidak) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kaki Gunung Ciremai, Kamis (15/1/2026), nampak tegang.
Dengan nada tinggi, Dedi menegur Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Toni Anwar, lantaran membiarkan lahan konservasi gundul tanpa penghijauan.
“Gundul itu, Pak! Kenapa dibiarkan?” seru Dedi, membuat suasana hening seketika, Jumat (16/1/2026).
Ketidakhadiran Bupati/Wakil Bupati Kuningan
Sidak dilakukan tanpa kehadiran pimpinan daerah, hanya didampingi Sekda Kuningan. Hal ini menambah sorotan publik terhadap komitmen pemerintah daerah.
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menilai program penanaman pohon selama ini hanya seremonial. “Nanam pohon jangan seremonial, setelah itu ditinggalkan. Moal jadi (tidak akan tumbuh),” tegasnya.
Ia menggagas skema baru, dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kontrak lingkungan dengan gaji dari anggaran provinsi. “Saya punya tanggung jawab terhadap tanah dan air Jabar, maka anggaran saya kerahkan,” ujarnya.
KDM sapaannya menyoroti aksi dugaan pencurian kayu sonokeling. Iapun menyoroti lemahnya patroli hutan yang membuat pencurian kayu marak. Ia berjanji menambah petugas pengawas agar Ciremai benar-benar terjaga.
“Tugas kita menjaga Ciremai, bukan mengomersialkan Ciremai. Itu komitmennya,” pungkas Dedi.***
