MANADO I RAKYATBERSUARA– Konektivitas udara di wilayah kepulauan Sulawesi semakin diperkuat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan meluncurkan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Korwil Gorontalo Tahun Anggaran 2026, Senin (12/1). 

Layanan ini dioperasikan oleh Susi Air menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin akses transportasi di wilayah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan).  

Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menegaskan pentingnya penerbangan perintis sebagai moda transportasi alternatif.  

 “Penerbangan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah 3TP. Waktu tempuh dapat dipersingkat, aktivitas warga lebih mudah, dan pada akhirnya mendorong peningkatan pelayanan publik serta ekonomi,” ujar Ambar, dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).  

Peningkatan Frekuensi dan Subsidi BBM

Tahun ini terdapat peningkatan frekuensi penerbangan, misalnya rute Manado–Melonguane yang sebelumnya hanya dua kali kini menjadi tiga kali seminggu. Hal ini dilakukan sebagai respons atas tingginya permintaan masyarakat.  

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan subsidi ongkos angkut avtur sebanyak 540 drum yang ditempatkan di Bandara Naha dan Bandara Melonguane. "Tujuannya agar biaya bahan bakar tetap setara dengan bandara yang sudah memiliki Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Aviation," jelasnya.  

Komitmen Keselamatan dan Layanan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan angkutan udara perintis, termasuk aspek keselamatan, kepatuhan operasional, dan kualitas layanan.