JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Bupati Pati, Sudewo, resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini langsung memantik reaksi keras dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menilai tindakan korupsi sangat ironis, terlebih dilakukan saat warga Pati sedang dilanda banjir.
“Terkait dengan hal itu, memang harapan AMPB ini pemimpin di Kabupaten Pati bisa bebas dari praktik KKN. Dengan Bupati Pati Sudewo tertangkap (KPK), merasa lega. Ke depan harus mengawal pemerintah Pati agar tidak terjadi lagi praktik seperti ini,” ujar Suharno, perwakilan AMPB, Senin (19/1/2026).
Suharno menambahkan, momentum OTT ini harus dijadikan contoh dan pembelajaran agar praktik korupsi tidak terulang kembali.
“Ke depan, pemerintah Pati, agar praktik korupsi saat ini bisa dijadikan contoh dan pembelajaran agar tidak terulang lagi, agar masyarakat dan pemerintah bersama-sama membangun Pati ke depan yang lebih baik,” tegasnya.
"AMPB menekankan perlunya pengawasan agar praktik KKN tidak lagi mencederai kepercayaan masyarakat," tutupnya.
Sebagai informasi, AMPB sendiri dikenal sebagai kelompok masyarakat yang aktif mengkritisi kebijakan Sudewo. Mereka pernah menggelar aksi besar pada 13 Agustus 2025 menolak rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen.
Bahkan, AMPB sempat mendesak DPRD Pati untuk memakzulkan Sudewo, meski upaya itu kandas. Dua tokoh AMPB, Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok, juga sempat ditangkap polisi karena aksi blokir jalan saat demonstrasi pemakzulan. Kasus keduanya masih bergulir di Pengadilan Negeri Pati. ***
