BREBES I RAKYATBERSUARA– Penumpang Damri jurusan Bumiayu–Bogor mengeluhkan ketidakjelasan harga tiket yang dijanjikan kembali normal pada awal bulan. 

Agen Damri sebelumnya menyebut harga akan kembali ke Rp145 ribu mulai 1 April, namun kenyataannya tiket masih dijual Rp175 ribu.  

“Kemarin bilang pas akhir Maret normalnya di awal bulan, eh pas beli harga masih naik, kan aneh?” ujar salah seorang penumpang, Rabu (1/4).  

Pihak agen Damri Bumiayu kemudian menyampaikan bahwa normalisasi harga ditunda hingga 3 April. "Ini ada catatannya normalnya di 3 April," jelasnya.

Penundaan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penumpang yang merasa dirugikan oleh ketidakpastian informasi.  

Kritik Publik

Inkonsistensi harga membuat penumpang kehilangan kepercayaan.

Janji normalisasi yang diundur dianggap sebagai bentuk kurang transparan dalam pelayanan publik. Kenaikan Rp30 ribu dari harga normal menambah beban penumpang yang rutin menggunakan layanan Damri.  

Penumpang berharap Damri memberikan kepastian harga dan tidak lagi mengumbar janji yang berubah-ubah. Konsistensi informasi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi milik negara.