REPUBLIKRELIGI– Sunan Muria merupakan anggota Wali Songo dari sembilan sunan yang berperan besar dalam penyebaran Islam, khususnya di Tanah Jawa. Dimana saat itu tradisi di Jawa yang masih sangat kental dilakukan, salah satunya adalah sesajen. 

Sunan muria merupakan Sunan yang paling muda diantara sunan lainnya. Wali Songo yang satu ini dikenal memiliki banyak metode dalam mengajarkan ajaran islam. 

Selain itu, Sunan Muria adalah Wali Songo yang mampu mengakulturasi budaya Jawa dan Islam saat berdakwah di Gunung Muria. Beliau adalah yang berperan dalam mengubah tradisi sesajen saat itu. 

Selain dikenal dengan Walisongo yang paling muda, Sunan Muria merupakan tokoh dalam Kerajaan Demak. Setelah beranjak dewasa Sunan Muria menikah dengan putri dari Raden Usman Haji yang bernama Dewi Sujinah.

Sementara Raden Usman Haji tak lain adalah putra dari Sunan Gresik. Sunan Muria dan Dewi Sujinah memiliki seorang putra yang diberi nama bernama Syekh Jangkung. 

Selain Dewi Sujinah, Sunan Muria juga mempersunting Dewi Roroyono yang terkenal dengan kecantikannya. Dewi Roroyono adalah putri dari Sunan Ngerang yang merupakan guru dari Sunan Muria.  

Dari pernikahannya dengan Dewi Roroyono, lahirlah tiga anak, yaitu Sunan Nyamplungan, Raden Nasiki dan Sunan Kadilangu. Selain berdakwah agama islam, Sunan Muria juga sering mengajarkan cara bercocok tanam, membuat kapal, dan berdagang. 

Tempat Pengimaman Masjid Sunan Muria yang Menjorok ke Dalam, Simbol Mengutamakan Akhirat. Sunan Muria juga memiliki julukan “Tapa Ngeli” yang artinya menghanyutkan atau mudah berbaur tanpa melihat statusnya di dalam Kerajaan Demak. 

Sunan Muria menetap di daerah puncak Gunung Muria yang bernama desa colo.  Dari sini pula lah nama Sunan Muria berasal.  Bareng Beliau sangat mudah berbaur dengan masyarakat yang membuatnya dapat dikenal oleh banyak orang.