Jakarta I REPUBLIKNEWS.NET – Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kembali menggemparkan dunia perdagangan. Menjelang tenggat 1 Agustus 2025, ketegangan memuncak karena ancaman tarif tinggi terhadap mitra dagang utama semakin nyata dalam Perang Dagang yang digaungkan AS.
Negosiasi berjalan intensif di banyak ibu kota, termasuk Jakarta, Tokyo, dan Brussels. Negara-negara berusaha keras menekan dampak kebijakan tarif Trump agar ekspor mereka tetap aman. Semua pihak menunggu hasil final sebelum batas waktu yang semakin dekat.
Berikut enam perkembangan terbaru perang dagang Donald Trump, dirangkum dari berbagai sumber terpercaya. Sorotan utamanya adalah kebijakan tarif, dampak pada perdagangan global, dan reaksi negara-negara besar yang tengah mencari cara menghindari krisis ekonomi.
1. Jepang Berhasil Negosiasi Tarif Lebih Rendah, Jadi 15 Persen
Setelah ancaman tarif 25%, Jepang berhasil menekan angka menjadi 15%. Kesepakatan tersebut diumumkan Trump melalui Truth Social, mengklaim ini sebagai “kesepakatan terbesar” yang akan menciptakan ribuan lapangan pekerjaan baru di Amerika Serikat.
Sebagai imbalannya, Jepang menjanjikan investasi jumbo hingga US$550 miliar ke sektor industri AS. Trump menyatakan bahwa Amerika akan menikmati keuntungan lebih besar dari kesepakatan ini, meski detail teknis belum dijelaskan secara rinci.
Kesepakatan juga memberi akses luas untuk AS seperti mobil, truk, dan beras ke pasar Jepang. Langkah ini disebut strategi memperkuat posisi Amerika di Asia Timur melalui pendekatan negosiasi keras dan tarif sebagai alat tawar-menawar utama.
2. Indonesia Sepakat Tarif Impor 19 Persen Mulai Agustus
Indonesia resmi menyepakati penerapan tarif 19 persen atas produk ekspor ke Amerika Serikat yang akan mulai diberlakukan pada Agustus 2025 mendatang.. Keputusan ini lahir dari perundingan intensif Presiden Prabowo Subianto dengan Donald Trump yang membahas strategi menjaga akses pasar dan stabilitas perdagangan.