BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET – Untuk memperkuat hubungan yang saling mendukung antara industri dan para tenaga profesional di sektor konstruksi, PT.Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – SIG, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat relasi sekaligus meningkatkan kapasitas para tukang bangunan, pad Selasa, 20 Mei 2025.
Kali ini, Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong mengajak lebih dari 50 orang mitra tukang bangunan dari Sukabumi dan Cianjur, untuk mengunjungi pabrik dan melihat proses produksi semen Dynamix serta mendapatkan pelatihan dan praktek langsung mengenai aplikasi semen yang efektif dan efisien.
Dalam keterangannya, General Manager SBI Pabrik Narogong, Muhamad Istifaul Amin mengatakan, bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk mendukung peningkatan kapasitas para tukang bangunan di Indonesia, serta menghasilkan bangunan yang berkualitas dalam jangka panjang.
“Kami percaya, bahwa kolaborasi antara produsen dan para pekerja di lapangan seperti tukang dan aplikator sangat penting untuk memastikan kualitas hasil pembangunan,” kata Muhamad Istifaul Amin.
Dengan pelatihan dan kunjungan ini, lanjut Itifaul menjelaskan, pihaknya hanya ingin berbagi pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan, sekaligus memperkuat hubungan yang saling mendukung antara industri dan para tenaga profesional di sektor konstruksi.
Selain pelatihan, peserta juga diajak untuk melihat langsung proses produksi semen Dynamix di Pabrik Narogong, termasuk penerapan standar keselamatan kerja dan inovasi keberlanjutan yang diterapkan oleh Solusi Bangun Indonesia.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat menambah wawasan dan membangun kesadaran akan pentingnya kualitas, aspek ramah lingkungan, serta efisiensi aplikasi dalam keseluruhan proses konstruksi,” tukasnya.
Ke depan, Solusi Bangun Indonesia akan terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia melalui beragam solusi produk yang inovatif dan ramah lingkungan, serta program-program pelatihan dan edukasi yang dapat membantu mengembangkan kompetensi tenaga kerja konstruksi nasional.
“Bagi kami, kualitas pembangunan tidak hanya bergantung pada produk, tapi juga pada orang-orang yang menggunakannya. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas para tukang bangunan melalui pelatihan dan edukasi berkelanjutan agar setiap hasil pembangunan mencerminkan masa depan yang kita mau”, tutupnya.