BANDUNG I REPUBLIKNEWS.NET – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat membongkar fakta bahwa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi telah di cabut oleh Bupati Bandung.

Artinya, genap sudah dua minggu warga korban bencana berada di tenda pengungsian di masing-masing desa yang berada di Kecamatan Kertasari. Hal ini diungkap oleh Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin, di Bandung Rabu (02/10/2024)

Selama masa tanggap darurat Walhi Jawa Barat telah melakukan obeservasi langsung di lokasi bercana, kegiatan tersebut sekaligus menyalurkan berbagai jenis bantuan.

Bantuan tersebut berupa sembako, terpal, tenda dan obat-obatan Walhi juga telah mengirimkan relawan yang di harapkan dapat membantu warga korban yang terkena bencana.

“Adapun hasil observasi kami di lapangan, berbagai hal telah kami temukan baik temuan yang bersumber informasi dari korban maupun temuan potensi yang memicu gempa terbesar di beberapa desa,” jelas Wahyudin, Rabu (2/10/2024).

Temuan Walhi Jabar, diantaranya:

Temuan ke-1. Pemerintah melalui PSD Kab Bandung dalam menentukan Posko Utama di duga tidak melalui mekanisme koordinasi yang baik dengan antar desa yang terkena gempa.

Temuan ke-2. Posko Utama terkesan tidak profesional dalam menjalankan mekanisme distribusi bantuan atau logistik kepada masing-masing desa yang harus di salurkan kepada warga korban gempa.

Temuan ke-3. Bantuan logistik yang disalurkan posko terkesan tidak profesional mengingat data di masing-masing desa berbeda, bisa di ambil contoh desa Cihawa Cibereum, Tarumajaya, Cikembang lebih besar data korban ketimbang desa lain, namun bantuan di sama ratakan.