JAKARTA|republikoto – Tren pasar 2025 di Australia, mobil hibrida dominasi penjualan. Gabungan efisiensi dan performa jadikan pilihan utama konsumen.

Penjualan kendaraan hibrida di Australia diprediksi akan menguasai pasar mobil baru pada 2025. Para produsen memperluas lini produk mereka dengan menghadirkan berbagai model hibrida, mulai dari hatchback hingga mobil sport ikonik seperti Porsche 911.

Laporan terbaru dari Drive pada Minggu (5/1) menyebutkan, penjualan kendaraan hibrida terus menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, yang merupakan pasar mobil terbesar kedua di dunia setelah China.

Di Australia, hingga akhir November 2024, penjualan kendaraan hibrida konvensional naik 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV) melonjak hingga 100,4 persen.

Meskipun jumlah kendaraan PHEV yang terjual masih lebih sedikit dibandingkan hibrida konvensional, pertumbuhannya tetap mengesankan. Hingga awal Desember 2024, sebanyak 20.453 unit PHEV berhasil terjual, sementara kendaraan hibrida konvensional mencapai 158.242 unit.

Kendaraan hibrida konvensional mengandalkan kombinasi mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin atau solar dengan motor listrik. Keunggulan utama teknologi ini adalah tidak memerlukan pengisian daya melalui stop kontak.

Secara keseluruhan, kendaraan Mobil Hibrida Dominasi Australia dan PHEV menyumbang 15,89 persen dari total penjualan mobil di Australia selama 11 bulan pertama 2024. Tren ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Segmen SUV, yang merupakan kategori kendaraan dengan penjualan tertinggi, juga menunjukkan lonjakan penjualan kendaraan hibrida. Pada 2024, SUV hibrida mencatatkan kenaikan pangsa pasar hingga 21,9 persen dari total penjualan SUV.

Meski kendaraan berbahan bakar bensin masih mendominasi pasar, penjualan kendaraan ini turun hingga 14,3 persen pada 2024. Sebaliknya, kendaraan diesel mengalami peningkatan penjualan sebesar 2,3 persen selama periode yang sama.