JAKARTA I RAKYATBERSUARA-Kongres Wanita Indonesia (Kowani) berkolaborasi dengan SinemArt, The Big Pictures, Tarantella Pictures, dan Komunitas Perempuan Berkebaya menyelenggarakan preview film “Suamiku, Lukaku”.
Mereka juga mengadakan diskusi yang bertema “Mengenal Kekerasan Dalam Rumah Tangga Upaya Pencegahan dan Stop Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Melalui Preview Film Suamiku, Lukaku” di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri Dewan Pimpinan Kowani bersama pimpinan dan perwakilan organisasi anggota, berlangsung usai rapat koordinasi Dewan Pimpinan dan organisasi anggota Kowani.
Diskusi dimoderatori Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Lia Nathalia, menghadirkan narasumber, Produser sekaligus Sutradara film Sharad Sharan, Direktur Eksekutif Women Research Institute (WRI) Sita Aripurnami Umar Kayam, Wakil Ketua Komnas Perempuan Ratna Batara Munti, serta Analis Hukum LPSK Inggit Nursafitri.
Untuk mengatasi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan harus dibantu oleh perempuan kata Inawati Neih.
“Jangan KDRT dijadikan hal yang biasa, itu suatu kejahatan, harus ditindah dan kita punya hak (mendapat) perlindungan yang Isya Allah akan kita kolaborasikan dengan WCC,” kata Inawati.
Aisyiyah menurutnya telah memiliki berbagai upaya dalam mencegah dan mengadvokasi kasus-kasus KDRT, termasuk melakukan kegiatan edukasi.
“Perempuan harus bersuara, hilangkan budaya diam untuk kebaikan,” tukas Inawati.
Sementara itu, Rama Adi Wibowodari Dompet Dhuafa, mengatakan saat ini memilih untuk fokus membantu upaya-upaya advokasi dan hukum yang dilakukan berbagai lembaga bantuan dalam penangganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus-kasus KDRT.