TEGAL I REPUBLIKNEWS.NET- Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, siap bersinergi dalam pengembangan wisata Guci. Hal ini dilakukan dengan ikut serta aktif dalam acara Ruwatan Bumi, yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu, 1-2 Juli 2025.

“Kami siap bersinergi dengan terus menyuarakan dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang rutin digelar oleh warga kawasan wisata yang terkenal dengan pemandian air panas alami, yang keluar dari lereng Gunung Slamet, di Jawa Tengah,” ucap Ketua PD IWO Kabupaten Tegal,Achmad Sholeh. 

Achmad Sholeh juga mengaku akan terus mendukung penuh acara ruwatan bumi yang digelar tiap tahun di kawasan wisata Guci tersebut. Menututnya, dukungan moril dan materiil akan dijalankan oleh seluruh pengurus IWO.

“Kami menilai tradisi ruwatan bumi yang diselenggarakan pada 1-2 Juli 2025 di Guci, harus terus dilestarikan. Ini menjadi agenda untuk menjaga nilai-nilai leluhur dan meningkatkan kunjungan wisatawan di kawasan wisata yang penuh potensi alam dan keindahan di dalamnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Achmad Sholeh, IWO akan bekerja sama lebih lanjut dengan pemerintah kabupaten Tegal, khusunya dinas pariwisatanya, untuk terus menggali berbagai potensi di bisnis keramahtamahan ini.

“Kami sepakat bersama Kepala Dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata Kabupaten Tegal, untuk mengawal pengembangan pariwisata. Itu sudah menjadi tugas tanggung jawab kita bersama untuk memajukan daerah tempat kita hidup dan mencari penghidupan,” akunyam

“Tak hanya itu, PD IWO Kabupaten Tegal akan terus mengembangkan langkah-langkah dan bersinergi dengan banyak pihak untuk mengembangkan pariwisata di Kabupaten Tegal, baik melalui sarana offline maupun digital,” tutupnya.

Sementara itu, seorang sesepuh atau tokoh masyarakat Guci, Tegal, Jawa Tengah, Dakot, yang  telah pensiun dari dinas pariwisata tahun 2015. Dia telah bekerja di dinas pariwisata Kabupaten Tegal, sejak tahun 1975, saat melakukan itu perintisan jalan dari daerah Tuwol Guci, sampai pembangunan Pancuran 13. 

“Soal ruwatan bumi, ini telah menjadi agenda rutin tahunan, yang dibuat antara tanggal 1 hingga sebelum 10 Muharram, tahun baru Islam,” ujarnya.