KALIMANTAN I REPUBLIKNEWS.NET–Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan  Republik Indonesia (RI) ke 79 tahun, Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM), meninjau trem otonom atau Autonomous Rail Transit (ART), di IKN, Selasa (13/8/2024).

Sejumlah menteri tersebut, diantaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat / Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) lainnya.

“Tadi sudah saya gunakan. Kalau kita pakai trem otonom memang jalan harus lebar, dan jalan di IKN memang sudah didesain lebar, mencukupi untuk itu,” ucap Jokowi.

Usai mencoba trem otonom, Jokowi berharap ke depannya angkutan transportasi massal berbasis listrik tersebut, dapat digunakan di IKN dan juga kota-kota lainnya di Indonesia.

“Kota-kota lain di Indonesia, saya kira semuanya membutuhkan transportasi massal yang berbasis energi hijau. Seperti contohnya Surabaya, Makassar, Medan, Bandung, saya kira sudah memerlukan transportasi massal seperti ini,” jelas Jokowi.

Jokowi menjelaskan, salah satu kelebihan dari penggunaan trem otonom adalah biaya yang relatif murah. Sebab, pengoperasian trem otonom tidak berbasis rel dan cukup menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga tidak membutuhkan pembangunan infrastuktur.

“Trem otonom kira-kira harganya Rp70-an miliar satu unit rangkaian. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilometernya Rp2,3 triliun, kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp700 miliar per kilometer. 

“Bedanya di situ. Problemnya sekarang ini memang hampir di semua kota jalannya kurang lebar. Sehingga tidak semua kota bisa memakai ART,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menhub Budi Karya menyampaikan saat ini di IKN terdapat satu rangkaian trem otonom yang akan berfungsi sebagai kendaraan pengumpan (feeder) bagi peserta upacara Hari Kemerdekaan RI.