
BOGOR I REPUBLIKNEWS— PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk – SIG, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Kali ini, perusahaan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk melatih warga Desa Leuwikaret dalam program Desa Tangguh Bencana (DESTANA).
Selama tiga hari, dari 26 hingga 28 November 2025, puluhan warga dari berbagai unsur seperti Linmas, LPM, PKK, dan tokoh masyarakat mengikuti pelatihan intensif yang mencakup penanganan luka bakar, pertolongan pertama (P3K), pemadaman api menggunakan APAR, simulasi gempa, hingga prosedur pelaporan bencana.
Nur Lailiyah, General Affairs & Community Relations Manager Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk komunitas yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.
“Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan dampak dan risiko dari sebuah bencana. Oleh karena itu, kami tidak hanya ingin memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengambil tindakan cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi,” ujar Lailiy.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang pelatihan. Hendy Darsan, Pelaksana Harian Kepala Desa Leuwikaret, menyambut baik inisiatif ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan desa.
“Pembentukan tim (DESTANA) yang nantinya akan kami lakukan merupakan langkah besar bagi Desa Leuwikaret dalam menghadapi situasi kebencanaan. Dengan adanya dukungan Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong, kami percaya desa kami kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi dan memitigasi berbagai potensi bencana,” tuturnya.
Pelatihan ini merupakan DESTANA ke-5 yang digelar oleh Solusi Bangun Indonesia Pabrik Narogong. Perusahaan berharap sinergi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dapat terus diperkuat untuk menciptakan desa-desa yang mandiri, adaptif, dan siap menghadapi ancaman bencana secara sistematis.
“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat. Desa Leuwikaret kini berdiri lebih siap, lebih tangguh, dan lebih percaya diri menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian,” tutupnya.***