JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Women’s Crisis Center (WCC) Puantara berkolaborasi dengan SinemArt, The Big Pictures, dan Tarantella Pictures menggelar preview film “Suamiku, Lukaku”.

Tak hanya itu, acara ini juga sekaligus diskusi publik tentang isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Jumat (9/1/2026) di SCTV Tower, Jakarta. Acara ini juga menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional.  

Diskusi bertema “Melalui Film, Menguatkan Pelaporan yang Aman untuk Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga” menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana PPA.

Kemudian juga, PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Dr. Rita Wulandari Wibowo, S.I.K., M.H., Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati, S.H., Produser sekaligus Sutradara Sharad Sharan, Aktor Gusti Pratama, serta Direktur WCC Puantara Siti Husna Lebby Amin, S.H., M.H.  

Diketahui, film ini dounggaj dari kisah Nyata. Produser dan sutradara Sharad Sharan menegaskan bahwa ide cerita film ini diangkat dari kisah nyata, dengan tujuan menolong perempuan korban KDRT agar berani memecah keheningan.  

“Saya pikir saya beruntung dapat pendanaan untuk film ini dan saya masuk film di Indonesia. Satu hal baik, film ini dapat respon di Malaysia, Brunei dan Singapura,” ujar Sharad, Senin (1/1/2026).  

Film ini juga mendapat dukungan dari lara Aktor dan Aktivis, salahastunya Aktor Gusti Pratama yang berperan sebagai Mustafa mengungkapkan pengalaman pribadi mengetahui teman sekolahnya menjadi korban KDRT.  

“Berharap dengan adanya film ini semakin banyak lagi korban-korban yang berani melapor dan bercerita, dan itu butuh dukungan,” kata Gusti.  

Sementara itu, Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati menyoroti bahwa KDRT belum masuk kategori tindak pidana prioritas dalam aturan lembaga.