JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Peristiwa memilukan menimpa Sudrajat, penjual es kue jadul di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia difitnah oleh oknum aparat Polri dan TNI yang menuduh dagangannya terbuat dari spons berbahaya.
Dalam video yang viral, dagangan Sudrajat diremas, dibakar, bahkan dilempar ke wajahnya. Ia dipaksa memakan es tersebut di depan kamera. “Saya dipaksa makan, padahal itu memang es gabus asli, bukan spons,” ujar Sudrajat dengan nada getir.
Setelah diperiksa, tuduhan itu terbukti tidak benar. Es yang dijual Sudrajat aman dan layak konsumsi. Namun trauma mendalam masih membekas. “Saya masih takut kalau harus berjualan lagi,” katanya.
Publik yang menyaksikan video tersebut bereaksi keras. Dukungan dan simpati mengalir deras. Warga memberikan bantuan berupa sembako, bahkan sebuah motor baru. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka akan dapat bantuan sebanyak ini,” ucap Sudrajat penuh haru.
Oknum aparat akhirnya meminta maaf secara langsung. Mereka bahkan mencium tangan Sudrajat sebagai tanda penyesalan. Namun Sudrajat merespons dingin. “Saya maafkan, tapi hati saya masih sakit,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi cermin penting: fitnah bisa menghancurkan, tetapi solidaritas masyarakat mampu mengangkat kembali martabat seorang pedagang kecil.***