BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET-Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) adalah ujung tombak pelayanan pemerintah daerah dalam menangani kasus atau peristiwa kebakaran.
Bahkan, kini fungsi dinas Damkar sudah meningkat dan melebar jadi petugas penyelamatan, seperti menangkap ular dan membersihkan sarang tawon di rumah warga.
Termasuk di Kabupaten Bogor, fungsi dinas Damkar tak hanya memadamkan api dan menyosialisasikan antisipasi bahaya kebakaran, tetapi juga melakukan fungsi penyelamatan terhadap warga.
Mulai dari menyelamatkan anak yang terkunci di dalam mobil sampai membersihkan pemukiman warga dari ular atau binatang berbahaya.
Dengan peningkatan atau penambahan fungsi itu, tentu saja membutuhkan kesiapan pendukung, baik itu peralatan maupun biaya operasional termasuk untuk pemeliharaan alat.
Serta kendaraan untuk menunjang setiap tugas pemadaman api maupun fungsi penyelamatan warga yang dilakukan personil Damkar.
Tapi rupanya, minimnya biaya operasional kendaraan seperti untuk bahan bakar dan anggaran pemeliharaan (maintenance) kendaraan atau armada pemadam.
Itulah yang kini menjadi ‘keluhan’ jajaran Damkar, mulai dari petugas lapangan sampai ke pejabatnya.
“Harus diakui pak, sekarang ini kondisi di Dinas Damkar tidak kondusif. Kami bekerja dalam situasi tertekan, lantaran saat ada aduan justru kami tidak bisa berbuat karena bahan bakar kendaraan tidak ada,” ucap seorang petugas Damkar kepada wartawan, Rabu (17/4/2024) ini.