JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Lebih dari 1.600 warga Jakarta terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman setelah hujan deras mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2026).  

Pengungsian tersebar di sejumlah titik, antara lain di Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. BPBD DKI Jakarta mencatat sedikitnya 585 Kepala Keluarga (KK) atau 1.623 jiwa terdampak, dengan 14 ruas jalan ikut tergenang.  

"Kondisi terkini pada Minggu (25/1) pukul 09.00 WIB menunjukkan sebagian wilayah mulai surut, seperti di Kelurahan Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara," ucap Kepala PusdatinKK BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya Nomor: 096/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/I/2026, Minggu (25/1).  

Namun, lajut Abdul menjelaskan, 13 RT di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara masih tergenang dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30–80 sentimeter.

"Genangan tertinggi terpantau di Kelurahan Kampung Melayu akibat luapan Sungai Ciliwung. Upaya petugas BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan," jelasnya.

Selanjutnya, pihak BNPB melalui BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Upaya penyedotan genangan dilakukan agar air segera surut.  

"Kami dari pemerintah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, mulai dari permakanan, pakaian, sanitasi, hingga kebutuhan lain selama berada di lokasi pengungsian," jelasnya. 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menegaskan akan terus memantau kondisi banjir di berbagai wilayah tanah air. Hingga 29 Januari 2026, cuaca di Indonesia diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. 

Potensi hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.