JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Banjir besar melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (3/4) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat musibah ini, sebanyak 583 warga terpaksa mengungsi di sejumlah titik, sementara satu orang dilaporkan hilang.
Peristiwa ini dipicu hujan deras di wilayah hulu yang meningkatkan debit air Sungai Tuntang. Tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol, membuat air meluap dan merendam permukiman warga.
Hasil kaji cepat BPBD Demak mencatat empat kecamatan dengan delapan desa terdampak, meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, Sumberejo, Ploso, Lempuyang, Solowire, dan Sarimulyo.
"Data sementara menunjukkan 4.280 jiwa terdampak, dengan 583 warga mengungsi di masjid, mushola, balai desa, kantor kecamatan, dan fasilitas umum lainnya," terang KapusdatinKK BNPB, Abdul Muhari, Jumat (3/4/2026).
Selain itu, beberapa pengungsi membutuhkan penanganan kesehatan segera. Banjir merusak 1.230 rumah (empat rusak berat), 10 fasilitas pendidikan, 15 rumah ibadah, serta merendam 194 hektare sawah.
"BPBD bersama aparat setempat terus melakukan evakuasi, pendirian posko, distribusi logistik, serta pencarian warga hilang," jelasnya.
Pemerintah daerah tengah memproses penetapan status tanggap darurat. Hingga kini, kondisi air masih tinggi, terutama di Desa Trimulyo.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Kebutuhan mendesak saat ini mencakup logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, dan peralatan kebersihan.
"Penguatan tanggul di beberapa titik Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak lebih luas," tukasnya.