MALUKU UTARA I RAKYATBERSUARA — Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memaksa tim SAR gabungan bergerak cepat.
"Sedikitnya lima pendaki dilaporkan luka-luka, sementara informasi sementara menyebutkan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia. Data ini masih dalam proses verifikasi oleh Basarnas," terang BNPB melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Jumat (8/5)
BNPB mencatat erupsi terjadi pukul 07.41 WIT. Kolom abu berwarna putih hingga hitam membumbung setinggi 10.000 meter, disertai dentuman lemah hingga kuat. "Aktivitas kegempaan terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi hampir 1.000 detik," jelasnya.
BNPB menegaskan, dugaan adanya kelalaian pegiat wisata yang tetap melakukan pendakian meski jalur resmi sudah ditutup, kini tengah didalami pemerintah.
Masyarakat dan wisatawan diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi arahan PVMBG dan pemerintah daerah. "Aktivitas dalam radius berbahaya harus dihentikan, dan penggunaan masker dianjurkan bila terjadi hujan abu," tutupnya.
Langkah Darurat:
- BPBD Halmahera Utara mendirikan Posko Tanggap Darurat Terpadu.
- Tim SAR gabungan bersama TNI/Polri, tenaga medis, dan masyarakat setempat melakukan penyisiran dan evakuasi.
- Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan surat penutupan jalur pendakian Gunung Dukono untuk keselamatan wisatawan.