
BREBES I REPUBLIKNEWS – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Brebes pada Sabtu petang (8/11/2025) telah menelan tiga korban jiwa dan memporakporandakan infrastruktur vital.
Ratusan rumah terendam, jembatan penghubung antar desa putus, dan jalur utama Tegal-Purwokerto lumpuh total.
Bencana ini bukan sekadar akibat curah hujan ekstrem, melainkan cerminan krisis ekologis yang telah lama diabaikan.
Meluapnya Sungai Keruh dan Sungai Erang setelah hujan deras mengungkap luka lama: kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan hulu yang kian kritis akibat deforestasi dan alih fungsi lahan.
“Air yang seharusnya menjadi berkah, kini turun sebagai kutukan, membawa lumpur dan material longsoran,” ujar Diky Candra, Ketua Jaga Rimba Indonesia.
Data Jaga Rimba Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 81 hektare hutan lindung di wilayah hulu telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan area wisata.
“Hilangnya tutupan vegetasi membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air, meningkatkan risiko banjir dan longsor setiap musim hujan,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Brebes telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Tim BPBD bersama TNI-Polri dikerahkan untuk evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, dan perbaikan sementara infrastruktur yang rusak.