JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi bertepatan dengan perayaan Idulfitri 1447 H.
Dalam periode pemantauan 21 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 22 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat beberapa wilayah di Indonesia mengalami banjir dan cuaca ekstrem yang berdampak pada masyarakat.
BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang dalam dua hari ke depan yang berpeluang memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang.
"Warga di daerah rawan diminta membersihkan saluran drainase, menghindari aktivitas di lereng curam dan bantaran sungai saat hujan deras, serta menyiapkan rencana evakuasi keluarga," terang Kepala PusdatinKK BNPB, Abdul Muhari, Minggu (22/3/2026).
"Pemudik Idulfitri diimbau memastikan kondisi fisik dan kendaraan prima, memantau informasi cuaca dan jalur perjalanan, serta tidak memaksakan perjalanan saat cuaca ekstrem," imbuh Abdul Muhari.
Saat ini, BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan memastikan penanganan darurat serta upaya kesiapsiagaan berjalan optimal.
Dampak Bencana di Sejumlah Wilayah
- Jawa Barat (Cianjur): Hujan lebat disertai angin kencang melanda lima desa di empat kecamatan, mengakibatkan 18 rumah rusak dan 18 kepala keluarga terdampak. Penanganan difokuskan pada pembersihan pohon tumbang serta perbaikan atap rumah warga.
- Depok (Cimanggis): Banjir di Kelurahan Mekarsari dan Tugu berdampak pada 685 KK, dengan 17 jiwa dari 6 KK mengungsi. Sebanyak 691 rumah terdampak, namun kondisi terkini banjir mulai surut.