SURABAYA I RAKYATBERSUARA– Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi luka tersembunyi di banyak keluarga Indonesia.
Dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2026, Women Crisis Center (WCC) Puantara menghadirkan Seminar Publik.
Seminar ini bertajuk “Melalui Film, Kolaborasi Multi Pihak dalam Pencegahan dan Penanganan KDRT” di Kantor DP3APPKB Kota Surabaya, Senin (23/2/2026).
Acara ini menjadi ruang edukasi sekaligus ruang aman bagi korban dan masyarakat untuk bersuara.
Sebanyak 60 pengemudi Grab Surabaya ikut serta, berbagi pengalaman sebagai individu yang pernah mengalami maupun menyaksikan KDRT.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa kekerasan domestik bukan hanya urusan pribadi, tetapi berdampak luas pada komunitas.
Diskusi dibuka dengan pemutaran trailer film “Suamiku, Lukaku” karya sutradara Viva Westi. Ia menekankan kekuatan film sebagai medium refleksi.
“Film bisa menjadi jembatan antara pengalaman personal korban dengan kesadaran kolektif masyarakat. Banyak kekerasan yang tidak terlihat, tapi dampaknya sangat nyata dan panjang bagi korban,” ujarnya.
Dari sisi hukum, Ganis Setya Ningrum, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Timur, menegaskan bahwa KDRT adalah tindak pidana dengan mekanisme pelaporan dan perlindungan yang jelas.