MALANG  I RAKYATBERSUARA— Di lembah perbatasan Kota Batu dan Pujon, Malang, berdiri Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. 

Dahulu masuk kategori IDT (Inpres Desa Tertinggal), kini dusun ini menjelma menjadi kampung susu yang produktif.  

Di balik perubahan itu, ada sosok M. Munir Ketua Koperasi Markobar Mandiri. Rumahnya sekaligus menjadi pusat penampungan susu. 

Setiap pagi, puluhan peternak datang membawa jeriken berisi susu segar. Munir memastikan kualitas tetap terjaga.  

“Kami lagi terima kunjungan dari tamu Jepang dari kalangan akademisi. Ada sekitar 45 orang,” ujar Munir, Jumat (13/2/2026).

Susu 32 Derajat Harus Segera Dingin

Rombongan akademisi Jepang, sebagian dari Universitas Pertanian Tokyo, meneliti langsung proses pengolahan susu di Brau.  

“Suhu susu dari peternak itu rata-rata 32–33 derajat. Harus segera masuk proses pendingin,” tegas Munir.  

Mereka juga mencicipi produk pasteurisasi.