DEPOK I RAKYATBERSUARA-Pasca pembongkaran sejumlah rumah di wilayah Tapos, Depok, suasana haru dan kekecewaan masih menyelimuti warga terdampak. Mereka menegaskan bahwa langkah pembongkaran tersebut telah meninggalkan luka mendalam, bukan hanya secara fisik tetapi juga emosional.

“Kami hanya ingin tempat tinggal layak. Rumah ini bukan sekadar bangunan, tapi tempat kami berteduh dan membesarkan anak-anak. Setelah dibongkar, kami merasa kehilangan arah," ujar salahsatu warga berinisial B (35), Selasa (3/2/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang merasa hak dasar mereka terabaikan. Warga menilai bahwa proses pembongkaran dilakukan tanpa solusi yang jelas bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.  

Seorang tokoh masyarakat menambahkan bahwa ia tidak menolak pembangunan, namun warga eminta agar jangan sampai rakyat kecil dikorbankan. "Pemerintah harus hadir memberi jalan keluar, bukan sekadar meratakan rumah,” jelasnya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kebijakan tata ruang dan keberpihakan pemerintah terhadap warga kecil. "Banyak pihak menilai bahwa pembongkaran rumah seharusnya diiringi dengan program relokasi atau pemberian kompensasi yang layak, agar masyarakat tidak terjebak dalam kondisi tanpa kepastian," pungkasnya.