BOGOR I RAKYATBERSUARA– Momentum Hari Lingkungan Hidup dan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 rencananya akan dimeriahkan dengan kegiatan Tebar Ikan, Lepas Burung, dan Tanam Pohon di Titik Nol Telaga Saat, Puncak Bogor.

Informasi yang dihimpun, akan ditebar total 5.544 ekor ikan, terdiri dari 544 indukan (Ikan Mas, Grasscarp, Patin, Belida, Baung, Tawes, Lele) serta 5.000 benih (Tawes, Nila, Patin, Lele).

Menanggapi hal itu, Peneliti Ikan Endemik Hulu Ciliwung, Iqbal Mujadid, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak menebar ikan invasif/asing.

 “Jika tetap dilakukan, Telaga Saat akan berubah fungsi menjadi kolam piaraan ikan. Itu sama artinya merusak lingkungan hidup dan melanggar regulasi konservasi,” tegasnya, Rabu (3/5/26).

Iqbal menilai pemerintah gagal menjaga kawasan konservasi tetap lestari. “Rantai makanan jadi kacau, kepunahan lokal spesies asli sudah di depan mata. Pemerintah terlalu abai dengan ancaman kepunahan,” ujarnya.

Ia memastikan akan menerbitkan artikel ilmiah di jurnal akademik terkait kondisi keanekaragaman hayati Ciliwung dan peran pemerintah serta masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Nasional, Dedi Kurniawan, juga menolak hadir memenuhi undangan Setda Kabupaten Bogor.

 “Kegiatan itu bertolak belakang dengan prinsip konservasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua FK3I Regional Gunung Gede Pangrango Halimun Salak, Ligar S.R., yang menegaskan bahwa tebar ikan asing justru memperparah dominasi spesies invasif di Telaga Saat.