JAKARTA I RAKYATBERSUARA-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan, keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih harus menjadi benteng ekonomi desa.
Ia menilai, jika Kopdes sudah berjalan, maka ekspansi bisnis minimarket seperti Alfamart dan Indomaret mesti dihentikan. Hal itu disampaikan Yandri dalam rapat bersama Komisi V DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 12 November 2025.
“Saya setuju sekali, Pak Ketua. Kalau Kopdes sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret harus berhenti. Pemerintah harus berpihak pada masyarakat desa,” ujar Yandri.
Menko Polkam: Pemerintah Desak Investigasi Tuntas atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Menurutnya, minimarket sudah terlalu merajalela dan berpotensi mengancam keberlangsungan Kopdes Merah Putih. Ia menilai kekayaan pemilik jaringan minimarket sudah sangat besar karena dibiarkan tumbuh tanpa kendali.
“Buat apa kita bangun Kopdes kalau minimarket terus merajalela? Itu tidak apple to apple. Mereka sudah besar, bahkan monopoli. Tentu jadi ancaman bagi Kopdes,” tegasnya.
Yandri menambahkan, jumlah minimarket di Indonesia sudah mencapai lebih dari 20.000 gerai. “Luar biasa, dia lagi, dia lagi. Kekayaannya sudah terlalu besar untuk Republik ini,” imbuhnya.
Merespons hal itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus mendukung penuh langkah Yandri. Ia menekankan, desa harus didominasi oleh Kopdes Merah Putih atau BUMDes, bukan jaringan minimarket.
“Yang penting itu untuk masyarakat desa. Dominasi lah desa dengan Kopdes, kita dukung. Dominasi dengan BUMDes, kita dukung sepenuhnya,” kata Lasarus.
Namun, Lasarus mengingatkan agar pemerintah menyiapkan roadmap yang jelas untuk menghentikan dominasi minimarket.