BANTEN I RAKYATBERSUARA– Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan strategi khusus untuk mengelola arus mudik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni. 

Langkah ini dilakukan guna mencegah penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan yang kerap menjadi titik krusial setiap musim mudik.  

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa Pelabuhan Merak adalah barometer keberhasilan pengelolaan mudik nasional. 

“Kesalahan pengelolaan di Merak bisa memicu kemacetan panjang. Karena itu kami menerapkan strategi delaying system,” ujarnya dalam kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Merak, Kamis (12/3/2026).  

Delaying System dan Buffer Zone

Strategi delaying system dilakukan dengan menahan sementara kendaraan di luar pelabuhan, baik di jalan tol maupun arteri, jika kapasitas pelabuhan sudah penuh. 

"Titik penundaan di Merak antara lain KM 13A, KM 43A, KM 68A, serta Cikuasa Atas dan area parkir Munic," jelas Aan Suhanan.  

Untuk mendukung sistem ini, Kemenhub juga menyiapkan buffer zone dengan kapasitas besar. Di sisi Merak, daya tampung mencapai 13.811 mobil kecil, 2.212 truk, dan 5.000 motor, tersebar di rest area tol, pelabuhan alternatif, serta jalur arteri.

" Sementara di Bakauheni, kapasitas buffer mencapai 7.318 mobil kecil dan 2.840 truk," pungkasnya.