JAKARTA I RAKYATBERSUARA– PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), berhasil mencatat laba Rp659 miliar sepanjang 2025 meski industri semen nasional tertekan oleh penurunan permintaan dan kelebihan kapasitas produksi.
Data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) menunjukkan, produksi semen nasional turun 4,5% menjadi 64,7 juta ton, sementara penjualan domestik merosot 1,5%. Kondisi ini dipicu oleh melemahnya daya beli, curah hujan tinggi yang menunda konstruksi, serta perlambatan proyek infrastruktur.
Menghadapi tantangan tersebut, SBI menjalankan strategi transformasi dengan fokus pada operational excellence, efisiensi biaya, serta penguatan pemasaran dan distribusi. Langkah ini membuat SBI mampu mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton, dengan pendapatan Rp10,7 triliun dan EBITDA Rp1,87 triliun.
Direktur Utama SBI, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa efisiensi disiplin berhasil menekan beban keuangan hingga 34,8% dibanding tahun sebelumnya. “Kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi, serta memperkuat merek dan distribusi di area dengan marjin tinggi,” ujarnya, Senin (30/3).
Selain menjaga profitabilitas, SBI juga menyiapkan ekspansi. Bersama SIG dan mitra strategis Taiheiyo Cement Corporation, perusahaan tengah membangun dermaga ekspor di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu–1 juta ton semen per tahun, yang ditargetkan beroperasi pertengahan 2026.
"Kerja sama ini juga mencakup pengembangan bisnis soil stabilization untuk membuka pasar baru di sektor konstruksi. Dengan strategi tersebut, SBI optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional," tutupnya.