JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh infrastruktur dan layanan transportasi siap menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan survei potensi pergerakan, diperkirakan 143,91 juta orang atau 50,60% penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan perkiraan 2025, namun Menhub mengingatkan bahwa realisasi tahun lalu justru melampaui prediksi, mencapai 154 juta pemudik.
“Mobilitas masyarakat saat Lebaran cenderung lebih tinggi dari perkiraan survei,” ujar Dudy.
Menko Polkam: Pemerintah Desak Investigasi Tuntas atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Selain itu, pemantauan berbasis digital juga diperkuat melalui 7.159 CCTV, live streaming drone, serta integrasi data cuaca dan peringatan dini dari BMKG. “Kami ingin memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat,” tegas Menhub.
Fokus di Penyeberangan
Untuk jalur penyeberangan Jawa–Sumatera, pemerintah menyiapkan lima lintasan utama termasuk Merak–Bakauheni dan Ciwandan–Bakauheni, serta jalur alternatif sebagai contingency plan.
Di Pelabuhan Merak, skema buffer zone berlapis disiapkan mulai dari rest area KM 13 hingga KM 63, serta titik tambahan di kawasan Indah Kiat, BBJ, dan Ciwandan.
Sementara itu, jalur Jawa–Bali dan NTB juga dipersiapkan melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Jangkar–Lembar. Menhub menekankan perlunya antisipasi khusus karena Nyepi dan Idul Fitri berdekatan tahun ini, yang berpotensi memengaruhi operasional pelabuhan.
Dukungan DPR