BOGOR I RAKYATBERSUARA-Program ketahanan pangan yang digerakkan oleh Kampung Ramah Lingkungan (KRL) RW 06 Perumahan Limus Pratama dan KRL RW 07 Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Berbagai sektor dikelola secara terpadu: mulai dari budidaya sayuran hidroponik, perikanan ikan nila, hingga penggemukan sapi. Semua ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar.
"Keberhasilan program ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi warga, tetapi juga menarik perhatian wilayah lain," ujar Kepala Deea Limusnunggal, Galih Rakasiwi, Senin (22/6/2026).
Sejumlah kelompok masyarakat, pengurus lingkungan, hingga pemerintah desa dari luar daerah kerap melakukan studi banding untuk belajar langsung mengenai pengelolaan pangan berbasis komunitas. Kepala Dusun, Yudi, menegaskan bahwa capaian tersebut lahir dari gotong royong dan partisipasi aktif warga.
“Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kami kelola terus berkembang. Mulai dari hidroponik, budidaya ikan nila, hingga penggemukan sapi berjalan baik berkat dukungan warga. Bahkan banyak tamu dari berbagai wilayah datang untuk studi banding,” ujar Yudi.
Lebih dari sekadar menyediakan pangan, program ini juga menjadi sarana edukasi tentang pemanfaatan lahan dan pemberdayaan lingkungan. Dengan inovasi dan semangat kebersamaan, KRL RW 06 dan RW 07 kini menjadi contoh inspiratif pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menginspirasi wilayah lain.