BATAM I RAKYATBERSUARA– Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) bersama KSOP Khusus Batam melaksanakan uji petik kelaikan kapal penumpang di tiga pelabuhan utama Batam.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Uji Petik Ditkapel, Capt. Maltus Jackline, didampingi Kepala Bidang Kelaiklautan Kapal KSOP Khusus Batam, Hendra Sucipto. Kapal pertama yang diperiksa adalah Emerald of Dumai, kapal cepat yang melayani rute Batam-Tanjung Balai Karimun–Dumai, salah satu moda transportasi vital yang diproyeksikan mengalami lonjakan penumpang menjelang Lebaran.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan bahwa uji petik bukan sekadar formalitas, melainkan langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan pelayaran sejak dini.
“Keselamatan penumpang harus dipastikan sejak kapal masih sandar di pelabuhan. Prinsip kami jelas: zero compromise for safety,” tegas Samsuddin, Jumat 23 Januari 2026.
Uji Petik Serentak Nasional
Uji petik kapal penumpang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada periode 19 Januari–19 Februari 2026. Dari total 264 pelabuhan pantau, Ditkapel melakukan pemeriksaan langsung di 15 pelabuhan utama dengan volume angkutan laut tertinggi, termasuk Batam.
Batam menjadi fokus khusus karena karakteristik wilayahnya yang melayani angkutan domestik, lintas negara, serta kapal cepat yang tunduk pada konvensi keselamatan internasional. Saat ini terdapat 107 unit kapal penumpang yang beroperasi di wilayah KSOP Batam dan tersebar di lima pelabuhan penumpang.
Pemeriksaan Menyeluruh
Selain Emerald of Dumai di Pelabuhan Domestik Sekupang, tim juga memeriksa kapal Oecanna 18 di Pelabuhan Harbour Bay dan MDM Express 09 di Pelabuhan Batam Center. Pemeriksaan meliputi kondisi lambung, mesin, alat navigasi, serta kelengkapan alat keselamatan penumpang dan awak kapal.