BEKASI I RAKYATBERSUARA– Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam penanganan insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, termasuk dukungan bagi keluarga korban.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan hal tersebut saat meninjau kesiapan stasiun pasca-insiden, Rabu (29/4).
“Pemerintah tidak akan lepas tangan. Penanganan korban menjadi prioritas, baik melalui perawatan di rumah sakit maupun dukungan asuransi,” ujar Menhub Dudy.
Sejak hari pertama, PT Jasa Raharja telah melakukan pendataan dan identifikasi korban sesuai ketentuan. Santunan akan disalurkan melalui mekanisme resmi yang berlaku.
Usai peninjauan, Menhub Dudy menaiki KRL dari Stasiun Bekasi Timur menuju Stasiun Cikarang sebagai uji coba jalur yang sebelumnya terdampak.
Ia kemudian melanjutkan takziah ke rumah salah satu korban meninggal dunia, Nurlaela, untuk menyampaikan duka cita langsung kepada keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin turut menyampaikan belasungkawa. PT KAI memberikan santunan serta dukungan pendidikan bagi keluarga korban.
“Sebagai bentuk kepedulian, kami juga memberikan beasiswa kepada putra salah satu korban,” ungkap Bobby.
Turut mendampingi, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono. Kehadiran pemerintah dan PT KAI menegaskan bahwa korban insiden Bekasi Timur tidak dibiarkan sendiri, melainkan mendapat perhatian dan dukungan berkelanjutan.