JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI) meluncurkan program LASKAR TANNA, sebuah tim khusus perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan. 

Sebanyak 100 perempuan pelopor dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta pada 23–26 April 2026 untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) yang membekali mereka dengan kemampuan pencegahan, pendampingan, dan advokasi kasus kekerasan berbasis gender.  

Ketua Presidium DPP Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko, menegaskan bahwa LASKAR TANNA adalah wujud nyata komitmen organisasi yang telah berdiri selama 102 tahun.

“Seratus perempuan yang kami latih akan menjadi penjaga keadilan sosial di wilayah mereka dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya, Kamis (23/4/2026). 

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). 

Menteri PPPA menekankan bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat sipil adalah kunci perlindungan perempuan dan anak di era baru.  

Sejak 2024, Wanita Katolik RI bersama KemenPPPA telah menjalankan berbagai program, mulai dari seminar nasional pencegahan kekerasan seksual, gerakan nasional Stop Kekerasan, kewirausahaan bagi ratusan perempuan penyintas.

"LASKAR TANNA menjadi puncak sekaligus kelanjutan komitmen tersebut," tutupnya.