MERAK I RAKYATBERSUARA– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan kesiapan strategi arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa. Evaluasi puncak arus mudik yang berlangsung 18 Maret lalu menjadi dasar penyempurnaan langkah antisipatif agar arus balik berjalan lebih terkendali, selamat, aman, dan lancar.
Dalam rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, Menhub Dudy menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan skenario adaptif dan responsif terhadap dinamika lapangan.
“Setiap catatan selama arus mudik harus segera diperbaiki. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” tegas Menhub Dudy, dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
Menko Polkam: Pemerintah Desak Investigasi Tuntas atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Ia menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. “Kelancaran itu penting, tetapi keselamatan adalah yang utama. Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” pungkasnya.
Strategi Arus Balik
- Percepatan aktivasi TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) hingga 5–6 dermaga untuk meningkatkan kapasitas layanan.
- Pengaturan arus kendaraan di pelabuhan dan buffer zone, termasuk delaying system di Sumatra bersama Korlantas Polri.
- Optimalisasi rest area dan rekayasa arus kendaraan di titik rawan seperti Indah Kiat.
- Pemanfaatan teknologi drone untuk pemantauan real-time antrean di Bakauheni.