TEGAL I RAKYATBERSUARA– Sebanyak 1.686 warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi ke lokasi aman setelah permukiman mereka terdampak fenomena pergerakan tanah pada Senin (2/2/2026), sekira pukul 19.00 WIB.  

Hingga Kamis (5/2), laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 295 Kepala Keluarga terdampak, dengan jumlah berpotensi bertambah karena pergerakan tanah masih berlangsung.  

"Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga Pondok Pesantren Al Adalah. Gedung pesantren ambruk, memaksa pengurus mengevakuasi 526 santri bersama warga lainnya," ungkap Kepala PusdatinKK BNPB, Abdul Muhari dalam siaran persnya.

Abdul Muhar memaparkan,  data pengungsi diantaranya mencapai 1.686 jiwa, terdiri dari 1.160 warga dan 526 santri. Mereka tersebar di enam titik pengungsian, antara lain Majlis Az Zikir WA Rotiban, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak, Majelis D. Pengasinan, Ponpes Dawuhan dan Gedung serbaguna Desa Penujah, serta rumah warga sekitar.  

"Kerugian material dari data BPBD Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Tegal mencatat kerusakan meliputi 464 rumah terdampak (205 rusak berat), 7 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas ibadah, 1 fasilitas kesehatan, 1 bendung irigasi , 1 jembatan desa, 3 titik jalan desa/kabupaten  dan Kantor Desa Padasari," jelasnya.

Upaya Penanganan

BPBD bersama pemerintah daerah telah mengaktifkan posko darurat, mendirikan dapur umum di empat lokasi, serta menyiagakan layanan kesehatan dengan mobil cek kesehatan, tenaga medis, dan obat-obatan. 

"Tim SAR terus mengevakuasi warga, sementara PDAM dan Pamsimas memperbaiki jalur pipa air bersih serta mendistribusikan air dengan truk tangki," ujar Abdul.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak pada 3–16 Februari 2026. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan lahan untuk hunian sementara sembari menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi.