JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Sabtu (7/2) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/2) pukul 07.00 WIB. Bencana hidrometeorologi basah mendominasi laporan kali ini.
BNPB mengingat saat ini masih berada dalam musim penghujan, dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dipicu oleh curah hujan tinggi.
"Upaya meminimalisir dampak bencana dapat dilakukan dengan pengecekan rutin terhadap kondisi lingkungan, khususnya tebing dan lereng di sekitar permukiman," ucap Kepala PusdatinKK BNPB, Minggu (8/2/2026).
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila ditemukan retakan atau tanda-tanda potensi longsor. Memantau perkembangan cuaca secara berkala.
"Melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman apabila hujan deras berlangsung lama, terutama bagi warga di wilayah rawan longsor dan banjir," jelas Abdul.
Data wilayah bencana yang dihimpun BNPB:
Angin kencang di Karanganyar, Jawa Tengah pada (6/2), sebanyak 18 kepala keluarga terdampak, dengan 18 rumah rusak. BPBD bersama aparat setempat telah melakukan penanganan, kondisi kini kondusif.
Kemudian, tanah longsor di Wonosobo, Jawa Tengah pada (7/2). Longsor di Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono, menimpa rumah warga. Satu orang meninggal dunia, satu luka ringan.
Selanjutnya, Angin Kencang – Situbondo, Jawa Timur (7/2). Delapan rumah rusak ringan di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur. Sebanyak 45 warga terdampak, BPBD melakukan kaji cepat dan penanganan awal.