JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 11–14 Maret 2026. Gelombang diperkirakan bisa mencapai 4 meter, terutama di wilayah Samudra Hindia dan Pasifik.

BMKG menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 95W yang terpantau di Samudra Pasifik Utara Papua. Siklon tersebut memengaruhi pola angin di Indonesia, dengan kecepatan mencapai 25 knot di beberapa wilayah laut, termasuk Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

"Nelayan dan masyarakat pesisir diminta tetap waspada, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).

Wilayah Terdampak

- Gelombang 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Laut Natuna, Laut Sulawesi timur, Selat Makassar selatan, hingga Laut Arafuru.  

- Gelombang 2,5 – 4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Bali, NTB, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya.

Risiko Pelayaran

BMKG menekankan, kondisi ini dapat membahayakan aktivitas pelayaran.  

- Perahu nelayan berisiko jika angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter.