LHOKSEUMAWE I RAKYATBERSUARA– Pemerintah resmi menyalurkan dana stimulan tahap pertama untuk perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Jumat (13/2).

Diketahui, dari total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat ini mencapai Rp369,5 miliar, dengan menyasar 17.254 kepala keluarga.  

"Bantuan diberikan sesuai kategori kerusakan: Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak sedang," ucap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangan persnya, Jumat (13/2/2026).

Program ini, kata Letjen TNI Suharyanto, melengkapi dukungan sebelumnya bagi rumah rusak berat melalui hunian sementara (huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH). "Penyaluran dilakukan serentak di 20 kabupaten/kota," jelasnya.

Suharyanto menambahkan, dana stimulan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memastikan rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel

 “Dana ini hanya untuk perbaikan rumah sesuai kategori kerusakan, tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain,” tegasnya.  

Sementara darai tahap kedua, penyaluran direncanakan sebelum Ramadan, dengan verifikasi data by name by address terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran.  

"Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan kehadirannya dalam pemulihan pascabencana, memastikan warga kembali memiliki hunian layak, aman, dan nyaman, sekaligus mempercepat bangkitnya aktivitas sosial dan ekonomi," tutupnya. 

Sementara itu, Menko PMK Pratikno memimpin dari Tapanuli Utara, Mendagri dari Aceh Tamiang, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dari Lhokseumawe.