JAKARTA I RAKYATBERSUARA – Pemerintah menegaskan sikap keras atas insiden tragis yang menewaskan dan melukai prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyatakan, pemerintah menuntut investigasi menyeluruh, cepat, dan transparan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).  

“Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban hukum tanpa ada kekebalan. Serangan berulang terhadap personel Indonesia tidak bisa ditoleransi dan mencerminkan lemahnya komitmen pihak bertikai terhadap keselamatan pasukan perdamaian,” tegas Djamari, Rabu %(1/4).  

Pemerintah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bersikap tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian.  

Sebagai pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP), Kemenko Polkam akan memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga, khususnya dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri. 

Langkah ini mencakup peninjauan ulang protokol keamanan sesuai dinamika konflik di Lebanon selatan, guna memastikan perlindungan maksimal bagi personel di lapangan.  

Sumber: Karo Humas Datin Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana, M.MDS