JAKARTA I RAKYATBERSUARA– Semangat inklusi kembali bergema. Komnas Disabilitas (KND) menyerukan agar seluruh elemen bangsa—pemerintah pusat, daerah, swasta, hingga tokoh masyarakat—turut mendukung penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.  

“Event bertaraf nasional dan internasional ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan panggung bagi atlet bertalenta khusus untuk menunjukkan kemampuan luar biasa mereka. Sesuai amanah UU No.8 Tahun 2016, KND siap bersinergi dengan SOIna menjalin kolaborasi lintas kementerian,” ujar Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, Jumat (1/5/2026).  

Ribuan Atlet, Tantangan Besar

Pesonas 2026 akan mempertemukan ribuan atlet disabilitas intelektual dari 30 provinsi. Mereka adalah penyandang down syndrome, autisme, dan ragam disabilitas lain yang membutuhkan perlindungan berbasis HAM sekaligus ruang rehabilitasi sosial produktif.  

Namun, tantangan nyata masih menghadang. Ketua Umum SOIna, Warsito Ellwein, menuturkan bahwa keterbatasan anggaran membuat sebagian daerah kesulitan mengirim kontingen. Dari target 30 provinsi, baru 21 yang memastikan keikutsertaan, dengan jumlah atlet 420 orang dari target 800–1000 peserta.  

“Banyak atlet dari pelosok yang berangkat dengan swadaya, tapi tetap mampu meraih medali emas, perak, dan perunggu di tingkat nasional maupun Asia Pasifik. Dukungan nyata dari pemerintah daerah dan DPRD sangat berarti, meski anggaran terbatas,” jelas Warsito. 

Ia menambahkan, SOIna tengah menyiapkan skema subsidi melalui kegiatan amal seperti lelang lukisan dan gala dinner.  

Menuju Panggung Dunia

Pesonas di Kupang akan mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Ajang ini menjadi batu loncatan menuju World Summer Games (SOWSG) 2027 di Santiago, Chile, yang diikuti 170 negara. SOIna menargetkan mengirim 63 atlet, meningkat signifikan dari 25 atlet yang tampil di Berlin 2023.