JAKARTA I RAKYATBERSUARA-PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan dukungan penuh terhadap investigasi yang dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kejadian operasional pada 27 April 2026.
Proses investigasi masih berlangsung di lapangan untuk memastikan setiap faktor penyebab dapat diidentifikasi secara menyeluruh dan berbasis data.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa KNKT telah melakukan simulasi sistem persinyalan guna memahami kemungkinan penyebab teknis serta respons sistem dalam kondisi nyata.
“Investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data. Hasilnya akan menjadi dasar dalam memperkuat sistem keselamatan ke depan,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Kamis (30/4/2026).
Anne menambahkan, KAI terus berkoordinasi dengan KNKT, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan agar proses investigasi berjalan transparan. Setiap temuan akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan keselamatan operasional.
Keselamatan Perlintasan Jadi Fokus
KAI juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya disiplin di perlintasan sebidang. “Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu rangkaian, dengan massa dan kecepatan yang membutuhkan jarak pengereman panjang," kata Ane.
"Kereta tidak bisa berhenti mendadak seperti kendaraan di jalan raya. Karena itu, ruang aman di jalur rel dan perlintasan harus dijaga bersama,” jelas Anne.
Data terbaru KAI mencatat terdapat 3.888 perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatra, terdiri dari 2.799 perlintasan resmi dan 1.089 perlintasan liar. Dari jumlah tersebut, 2.112 titik dijaga dan 1.776 titik tidak dijaga.