BOGOR I POTRETPENDIDIKAN-Rencana study tour SDN Pasir Bagade, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, resmi dibatalkan setelah muncul protes dari sejumlah orang tua murid terkait biaya yang dinilai terlalu tinggi, yakni Rp170 ribu per siswa.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak sekolah bersama komite dan pengurus K3S Kecamatan Sukaraja segera melakukan evaluasi. Hasilnya, kegiatan study tour dibatalkan demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan orang tua siswa.
Kepala SDN Pasir Bagade, Taufik Wahyu, menegaskan bahwa seluruh dana yang sempat dikumpulkan telah dikembalikan sepenuhnya kepada wali murid.
“Kami ingin memastikan tidak ada beban berlebih bagi orang tua. Semua iuran sudah kami kembalikan sebagai bentuk tanggung jawab sekolah,” ujarnya di kantor sekretariat K3S, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, Taufik juga meluruskan isu mengenai dugaan penahanan ijazah. Ia menegaskan kabar tersebut tidak benar. “Kami tidak pernah menahan ijazah. Jika masih ada ijazah di sekolah, itu semata karena belum diambil oleh orang tua,” jelasnya.
Langkah cepat Kepsek bersama K3S ini diapresiasi karena menunjukkan sikap empati, keterbukaan, dan komitmen menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
"Ke depan, sekolah dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan kegiatan yang melibatkan biaya dari orang tua, agar tidak menimbulkan polemik serupa," tegas Ketua K3S Kecamatan Sukaraja, Yudi.***