BEKASI I RAKYATBERSUARA– Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyatakan arus mudik Lebaran 2026 resmi berakhir seiring penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026.  

“Alhamdulillah arus mudik berjalan lancar berkat kerja keras seluruh stakeholder, TNI/Polri, operator jalan tol dan transportasi, serta masyarakat yang patuh pada aturan petugas," ujar Aan saat meninjau Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jumat (20/3).  

"Kami juga mengimbau agar pemudik menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026," tambah Aan dalam keterangan persnya, Nomor: 29/SP/III/HMS/2026  

Data Jasa Marga mencatat, puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah dengan lebih dari 270 ribu kendaraan keluar dari empat gerbang tol utama. Lebih dari 50 persen kendaraan mengarah ke Tol Trans Jawa.  

Aan menekankan, dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA), masyarakat diharapkan dapat mengatur kepulangan sebelum atau sesudah 24 Maret 2026.

 “Hal ini penting untuk mengurai kepadatan, menjaga kenyamanan, dan mencegah penumpukan kendaraan,” tambahnya.  

Selain itu, seluruh pemangku kepentingan tengah menyiapkan pengamanan dan pelayanan untuk kegiatan takbiran, ibadah Idul Fitri, serta arus lalu lintas di kawasan wisata.  

Untuk angkutan logistik, Aan mengingatkan agar pemilik barang dan pengemudi mematuhi aturan pembatasan angkutan barang sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB). 

Pembatasan berlaku hingga 29 Maret 2026 untuk kendaraan sumbu tiga ke atas, mobil barang dengan kereta tempelan/gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.