BERLIN | republiknews.net – Wilayah perkotaan di Eropa menjadi fokus utama dalam memerangi perubahan iklim. Kota-kota ini menyadari peran besar mereka dalam konsumsi energi dan produksi emisi gas rumah kaca, serta dampak negatif yang ditimbulkannya.
Sebanyak 112 kota di Eropa, termasuk negara-negara non-UE seperti Inggris dan Turki, kini bergabung dalam inisiatif Uni Eropa untuk mengurangi konsumsi energi fosil secara signifikan. Targetnya adalah emisi nol bersih pada tahun 2030.
Proyek ambisius ini mendapatkan dukungan teknis serta bantuan dari Uni Eropa. Mereka juga diharapkan menarik investasi dari sektor swasta, dengan perkiraan kebutuhan dana mencapai 650 miliar euro untuk seluruh inisiatif.
Helsinki, ibu kota Finlandia, mengambil langkah konkret dengan menutup pembangkit listrik tenaga batu bara. Kota ini menggunakan bioenergi, pompa panas, dan boiler listrik sebagai sumber energi terbarukan, memajukan komitmen netral karbon.
Porto di Portugis juga meluncurkan kebijakan ambisius untuk mengurangi emisi lalu lintas. Kota ini menawarkan transportasi umum gratis bagi anak muda di bawah usia 23 tahun, meningkatkan penggunaan angkutan publik secara signifikan.
Selain itu, Porto juga berinvestasi dalam energi terbarukan dengan mengganti penerangan jalan menjadi LED, yang berhasil mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Kota ini juga mendorong sektor swasta untuk memasang panel surya di bangunan komersial.
