BOGOR I RAKYATBERSUARA— Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (BEM KM IPB) 2025/2026 melalui Kementerian Aksi dan Propaganda menggelar aksi simbolik di kawasan Rumput CCR – Pelataran Ahn, Kampus IPB Dramaga, Jumat (27/02/2026).
Aksi bertema “Bad Governance: Setan Dirantai, Polisi Membantai” dimulai pukul 13.00 WIB dengan orasi dan pembacaan sikap. Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM IPB, Fadhlan Nurfaqih, menegaskan ada empat tuntutan utama yang dibawa mahasiswa.
“Tuntutan kami ada empat. Pertama, mendesak pencopotan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sekaligus mengeluarkannya dari Tim Percepatan Reformasi Polri,” ujar Fadhlan.
Ia melanjutkan, tuntutan kedua adalah pembubaran sistem semi komando dan semi militer yang dinilai masih bercokol di tubuh Polri. Menurut massa aksi, sistem tersebut bertentangan dengan semangat reformasi dan prinsip kepolisian sipil yang profesional serta akuntabel.
Tuntutan ketiga menyasar Korps Brigade Mobil (Brimob). Mahasiswa menilai pendekatan keamanan yang berwatak militeristik harus dievaluasi secara mendasar demi mendorong reformasi kepolisian.
Selain itu, mahasiswa juga menekan pihak kampus. “Kami mendesak rektorat untuk bersuara dan menanggapi isu-isu kritis. Kampus tidak boleh hanya diam. IPB harus hadir sebagai institusi moral dan akademik yang peka terhadap keresahan masyarakat,” tegas Fadhlan.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan keamanan kampus. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari rektorat IPB maupun institusi Polri terkait tuntutan tersebut. BEM KM IPB menegaskan akan terus mengawal isu reformasi kepolisian dan mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam merespons dinamika sosial serta kebijakan publik.