BOGOR I REPUBLIKNEWS.NET – Proses Seleksi PPDB SMPN 1 Sukaraja untuk tingkat SMP/MTS di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan dimulai pada tanggal 1 hingga 4 Juli 2024 mendatang. Pihak SMP Negeri 1 Sukaraja melalui Junaedi, selaku Humas sekolah, mengonfirmasi bahwa PPDB akan dimulai pada tanggal tersebut dan berlaku untuk semua jalur penerimaan.

Junaedi, Humas SMP Negeri 1 Sukaraja, menyatakan, “PPDB SMPN 1 Sukaraja ini akan dimulai pada awal bulan Juli, tepatnya dari tanggal 1 hingga 4 Juli. Pendaftaran ini berlaku untuk semua jalur yang tersedia,” ujarnya pada Rabu, 26 Juni 2024. Penjelasan ini memberikan gambaran jelas tentang waktu pelaksanaan PPDB yang akan datang.

Lebih lanjut, Junaedi menjelaskan bahwa SMP Negeri 1 Sukaraja akan menerima sebanyak 360 siswa baru untuk kelas VII. “Kuota penerimaan siswa baru untuk kelas VII di SMP Negeri 1 Sukaraja adalah 360 siswa. Pembagian kuota ini terdiri dari 50 persen untuk jalur Zonasi, 30 persen untuk jalur Prestasi, 15 persen untuk jalur Afirmasi atau Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), dan 5 persen untuk jalur Perpindahan orang tua atau siswa,” terangnya.

Sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan, SMP Negeri 1 Sukaraja akan membuka 10 kelas atau rombongan belajar (roombel) untuk menampung siswa-siswi baru tersebut. “Setiap kelas dirancang untuk menampung 36 siswa,” ujar Junaedi lebih lanjut. Hal ini memastikan bahwa kapasitas kelas tetap optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Junaedi juga memberikan informasi mengenai mekanisme pendaftaran yang akan dilakukan secara online. “Pendaftaran online akan tersedia setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB,” terangnya. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi orang tua dan calon siswa untuk melakukan pendaftaran sesuai dengan waktu yang mereka miliki.

Untuk verifikasi manual dokumen di sekolah, Junaedi menjelaskan bahwa proses ini akan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB setiap harinya selama periode pendaftaran. “Verifikasi manual di sekolah dilakukan dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua dokumen yang diunggah secara online benar dan valid,” katanya.