KUNINGAN I REPUBLIKNEWS.NET-Penyelenggaraan Festival Ciremai 2024 di Kuningan Jawa Barat, mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu disamlaikan melalui Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, Sabtu (08/06).
Mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang menilai strategis kegiatan ini dalam menyuarakan pentingnya melestarikan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Ngarawat, Ngaruwat dan Ngarumat sebagai filosofi yang dipegang teguh oleh masyarakat Ciremai yang mencerminkan adanya kesadaran,” terangnya.
Menurutnya, bahwa manusia tidak bisa lepas dari alam, manusia membutuhkan alam untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Sehingga tumbuh kesadaran dari hati nurani yang dituangkan dalam aksi nyata untuk menjaga alam, agar alam tetap lestari sehingga sumber daya alam, tetap tersedia hingga anak cucu kelak.
“Taman Nasional Gunung Ciremai adalah menara air bagi warga di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan hulu dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Cimanuk dan Cisanggarung,” ujarnya.
Dari 97 titik sumber air yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, kata Dia, 54 diantaranya dimanfaatkan oleh masyarakat di desa penyangga untuk kebutuhan non komersial yaitu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pengairan/irigasi lahan pertanian.
